Rabu, 18 Maret 2020

Educational, Fun, and Healthy one-day trip


                The first place you want to visit in the morning will be the Predator Fun Park, exactly the good museum to see the collection of carnivorous mammals and many more predator animals you will not see anywhere else in Indonesia. You can also feed those animals with some other small fishes or chicken, they really like that. And, if you are feeling hungry, you can go to the canteen to buy some crocodile satay. Now isn’t that a good menu to try sometimes?


          The next is the infamous Jatim Park 3. Walk on the prehistoric nuance of Dino Park, where you can take photos with so many spots of interesting dinosaurs, and you can even ride on with many educational plus fun mini train, imaginary dinosaur lab that makes you wonder what if the dinosaurs are alive and will they eat us? On JTP 3, you can even take photos with soooo many famous persons and landmarks of the world in the Legend Star Park; rent some Kimono and Obi and take a photo of you sitting in a Kyoto-like street there, maybe. And when the walk is done, take on the technological playgrounds of Fun Tech Plaza. Play some Virtual Reality-based game of Fruit Ninja and slash those fruits, or go try the boxing arena, it’s all there!


          When you are all done and feeling tired, take yourself on a sulfur-water bath treat with your family on Pemandian Air Panas Songgoriti! Choose between enjoying a rather cheerful time in the pool session, or take a more relaxing time by renting the rooms so each of you get to enjoy one bathtub. Also don’t worry about the sulfur part, they are really safe and guaranteed to heal your body and making sure you are ready for the next trip, maybe, or just to relax after a long day with your family. Just make sure you bring your own towel for this, because for some reason, they don’t give you any.

Kamis, 14 Februari 2019

Sedikit Pikiran dari Satu Manusia Indonesia, Tentang Identitas Nasional





Sedikit Pikiran dari Satu Manusia Indonesia, Tentang Identitas Nasional 

identitas nasional

Sumber: https://maudisini.com/identitas-nasional/



Sebelumnya, sebenarnya apakah itu identitas nasional? Mengapa sepertinya identitas nasional itu sangat penting sekali bagi kita sekalian? Apa hubungannya dan manfaatnya bagi manusia Indonesia?  

Jika dikatakan secara tidak rumit atau simpel, identitas nasional adalah jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa dan negara, dalam hal ini karena kita tinggal di Indonesia, kita pastinya harus melihat apa yang menjadi jati diri dari bangsa Indonesia. Kita memiliki Pancasila sebagai dasar negara kita, kita memiliki burung Garuda sebagai lambang negara kita, kita memiliki lebih dari tujuh belas ribu pulau dan tiga puluh empat provinsi, kita memiliki Bhinneka Tunggal Ika yang artinya adalah berbeda-beda namun tetap satu juga sebagai semboyan negara kita, kita memiliki Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan kita, kita memiliki bendera berwarna merah dan putih, dengan merah artinya berani dan putih artinya suci Semua hal yang baru saja disebutkan itu adalah bagian dari jati diri kita sebagai warga Negara Indonesia.

Lalu mengapa identitas nasional menjadi penting bagi negara kita? Mudah saja menjawabnya terlebih umur kemerdekaan negara kita sampai hari ini tidak lebih dari 100 tahun. Kita ini bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan. Kita juga memiliki banyak agama baik yang telah diakui secara resmi dan hari besarnya dirayakan dan juga banyak agama lainnya lagi yang masih dianut oleh mereka mereka yang masih memegang teguh kepercayaannya. Jika kita tidak mampu menyatukan semua ini maka keseluruhan dari cerita dibalik nama Indonesia tidak akan terjadi, kemungkinan terburuknya adalah kita akan menjadikan banyak negara-negara tersendiri yang bahkan mungkin akan dinamakan berdasarkan kebudayaan kita. Bayangkan terbentuknya negara “Jawa”, padahal penduduk pulau Jawa juga tidak 100% orang Jawa, ada yang dari latar belakang budaya yang berbeda. Akan lebih mengenakkan bukan jika dari latar belakang dan cerita-cerita yang berbeda kita semua dari Sabang sampai Merauke menyatakan kalau kita ini duduk di satu negara yang sama yakni Indonesia? Pastinya juga akan terdengar lebih keren bukan?

Alasan pentingnya identitas nasional yang lain adalah tak lain tak bukan tantangan masa kini. Dengan alat yang disediakan oleh internet dan keseluruhan jaringannya, sebenarnya kita ini lebih dari mampu untuk membuat sebuah persona palsu, atau seseorang atau identitas yang sebenarnya bukan kita. Dengan kemampuan ini kita bisa saja menyusupi suatu sosietas dan memasukkan kelompok ini dengan ide ide baru yang bisa saja memudarkan apa apa saja yang sudah kita miliki selama ini. Dengan identitas nasional yang kuat, dengan jati diri yang kuat, kita pasti bisa dengan yakin dan berpegang teguh dan menunjukkan bahwa inilah yang membentuk kita sebagai warga negara Indonesia, dengan begitu meyakinkan tak hanya diri kita sendiri dan semua orang bahwa kita ini kuat dan merdeka, dan memiliki jati diri yang unik.

Secara tak langsung dari banyak pernyataan di atas kita bisa merasakan dampak dari memiliki jati diri atau identitas nasional yang kuat seperti Indonesia. Hal-hal seperti yang kebanyakan orang asing katakan tentang kita bahwa kita ini, orang Indonesia, sangatlah murah senyum, yang sebenarnya sangat berakar dari kebudayaan kita yang bersikap ramah kepada orang orang yang belum kita kenal, adalah salah satu cerminan kuatnya identitas nasional kita. Di kemudian hari, inilah yang akan menjadikan kita khas dan mudah dikenali banyak orang di berbagai belahan dunia. Sebenarnya tak perlu menunggu kemudian hari, saya memiliki cerita tentang tante saya yang dengan mudah dikenali oleh paman saya pertama kali mereka bertemu. Paman saya, meskipun berbicara dengan tante saya menggunakan bahasa Inggris, dengan mudah mengenali lika-liku orang Indonesia hanya dengan melihat bagaimana mereka berinteraksi dan basa-basi pada orang yang bahkan belum mereka kenal. Tentu saja paman saya sudah berpengalaman terlebih bahwa Ia sendiri sering bepergian ke Indonesia. Namun hal ini menjadi unik karena mereka bertemu di Amerika Serikat, di mana menebak orang asing berdasarkan muka saja bukan hal yang cerdas dan cenderung kurang sopan.

Dalam menulis tulisan ini, saya sebenarnya merasakan gejolak akibat rasa ketidakpuasan terhadap isu isu yang sepertinya jika disambungkan, sangatlah menyerang identitas nasional kita. Sebut saja isu radikalisme dan pengkotak-kotakan berdasarkan agama bahkan ras, yang membuat saya berpikir kalau jangan-jangan kita ini kembali ke tingkatan pertama di mana kita ini harusnya sadar kalau kita ini berbeda-beda namun harus satu. Tak hanya itu, dari kasus diskriminasi ras pun juga ada beberapa golongan yang menganggap bahwa suatu ras tertentu kualitasnya sangatlah buruk sehingga lebih baik dijauhkan dan dipisahkan pergaulannya. Ini pun menjadi bahan kontemplasi bagi saya, jangan jangan mereka memakai nama Indonesia hanya untuk patuh di mata hukum, namun kenyataannya mereka sangatlah ingin mengubah keseluruhan dari negara kita tercinta ini.

Namun yakinlah dan banggalah bahwa kita ini terlahir di bumi pertiwi ini dengan bahasa Indonesia, dengan merah putih sebagai warna bendera kita, dengan berbagai macam suku dan budaya dan agamanya, dengan Pancasila sebagai dasar negaranya. Layaknya kita yang terlahir dengan banyak perbedaan kualitas individu baik di penampilan dan pikiran, di mana kita bisa memiliki banyak yang tidak dimiliki oleh individu lainnya, itu pula yang terjadi pada Indonesia dan negara negara lainnya. Kita ini unik dan memiliki banyak yang tidak dimiliki bangsa lainnya, seperti kualitas persatuan kita, seperti sumber daya alam kita, seperti kayanya budaya kita. Dengan apa yang menjadikan bangsa Indonesia ini Indonesia, selayaknya kita melihat negara lain ini bukan sebagai perbandingan bahwa mereka ini jauh lebih superior dari kita dalam banyak hal. Bukankah itu yang saya yakin akan 100% kita sampaikan jika kita terlanjur terikat dengan suatu pekerjaan, dengan suatu keseharian, dengan suatu tempat, dengan seseirang bahkan. Kita akan mengatakan beberapa hal buruk dan kemudian membandingkannya dengan apa yang kita lihat sebagai “lebih baik” di mata kita, dan saya yakinkan itu bukanlah semata karena kita kurang puas, tapi sebenarnya kita kurang meneliti dan menyelami lebih jauh bahwa kita ini sebenarnya unik dan tiada taranya, tidak akan ada negara lain yang menyamai kita dalam kualitas kita. Jadi sekali lagi, dengan segala isu dan cacatnya, kita memiliki tata cara kita sendiri, kita memiliki banyak hal-hal yang ada dalam diri kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai jati diri kita, sebagai identitas nasional kita, yang sangatlah unik dan kuat, dan bersama marilah kita, dalam jati diri kita bersatu sebagai generasi muda membangun Indonesia menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dan jika sudah menjadi kuat jadilah lebih kuat lagi.



Featured Image


Sumber: https://www.hipwee.com/hiburan/kebiasaan-kebiasaan-ajaib-yang-menjadikan-kamu-orang-indonesia-asli/


Selasa, 06 November 2018

Sedikit Untuk Pembajakan di Indonesia, Untuk Kalian


Gambar diambil dari https://playtoko.com/hub/opini-mengulas-sedikit-tentang-pembajakan-game.5285/


                Pernahkah kamu menggunakan situs seperti 4shared, atau bahkan Stafaband untuk mengunduh lagu-lagu yang kamu suka? Atau bahkan pernahkah kamu menggunakan converter dari YouTube ke format .mp3? Pernahkah kamu melihat permainan PlayStation 2 yang terkenal saja, contohnya Grand Theft Auto hingga Guitar Hero, yang dirilis dengan muka Upin dan Ipin, yang permainannya bisa kamu mainkan pula dengan tambahan lagu dari Kerispatih, dan kamu membelinya? Jika iya, selamat, kamu telah berkontribusi dalam pelestarian pembajakan di Indonesia.

                Tidak bermaksud menjadi hipokrit, saya pun pernah memakai situs situs yang saya sebutkan untuk mencari lagu secara cepat dan gratis. Saya juga pernah membeli permainan PlayStation 2 hanya dengan harga 6000 Rupiah dan tak pernah berpikir apakah permainan ini benar benar asli dan semestinya diberi harga sedemikian rupa. Baru di hari hari saya menempuh jenjang pendidikan SMA saya menyadari kalau apa yang saya lakukan ini adalah pembajakan, dan alas an atau justifiaksi saya waktu itu adalah; kalau ada yang murah atau bahkan gratis kenapa tidak? Namun sesungguhnya, dampak dari perilaku seperti sangatlah besar, dan akan saya katakan lurus saja kepada kamu sekalian, dunia luar melihat kita seperti orang bar-bar yang tidak ingin menghargai orang lain dengan terus terusan menjustifikasi pembajakan. Yah, meski ironisnya, pembajakan permainan video di Indonesia sudah menjadi tulang punggung budaya gaming di Indonesia.

                Mojiken Studio, dalam wawancara eksklusif dengan Gamebrott pernah mengatakan bahwa para pengembang permainan video di Indonesia tengah di-"ban" dalam pembuatan permainan di banyak konsol permainan next-gen, terima kasih berkat pembajakan. Hasil investigasi dari Vice pernah mengatakan bahwa para penjual yang menjual permainan Grand Theft Auto hasil modifikasi dan pembajakan, bisa meraup keuntungan hingga 25 juta rupiah, yang bisa dikonversikan menjadi kerugian sang developer terima kasih pula karena pembajakan. Ketika kita melihat pemakaian layanan musik streaming yang terkenal seperti sebut saja Spotify dan iTunes, kebanyakan orang pasti akan langsung berkata “Buat apa, mending download saja dari internet banyak yang gratis, bisa dipakai terus lagi.” Lagi lagi, saya yang dulu mungkin akan setuju dengan perkataan seperti ini, tapi saya yang sekarang terus terang saja merasa sedikit sedih dengan adanya tindakan seperti ini. Kita hidup di Negara dengan Pancasila sebagai dasar filosofi kita, dengan melakukan pembajakan sejatinya kita ini melanggar sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, yang pasti karena kita tidak menghargai apa yang menjadi hasil pikiran mereka dengan mengabaikan apa yang pantas mereka dapatkan (pun pula dihargai sudah menjadi hak mereka, bukan?) begitu saja. Ini juga terasa sangat mencederai sila kelima, yakni "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Sudah dijelaskan pula dalam butir butir sila kelima yang bisa kita temukan di mana saja, bahwa sila kelima ini juga berarti menghargai karya orang lain sebagaimana kita juga menghargai karya orang lain.

                Sayang sekali bahwa kita tidak bisa menghapus pembajakan dan mental pembajakan dari muka bumi ini; hal ini akan terus ada. Kita tidak bisa serta merta membunuh mental pembajakan dengan mengeluarkan undang undang bahwa semua orang wajib membeli produk hiburan mereka secara legal, tidak bisa. Atau setidaknya, tidak seperti itu cara yang bisa kita lakukan. Lalu bagaimana cara yang jitu untuk sedikit demi sedikit menghapus mental seperti ini? Ingat bagaimana saya menceritakan bahwa pada jenjang SMA, saya mulai menyadari bahwa apa yang saya lakukan hamper setiap harinya ini salah. Kunci yang harus kita pahami untuk setidaknya mengurangi pembajakan adalah dengan mengetahui kalau mendukung para pembuat konten secara legal adalah tindakan menghargai yang sangat kuat, dan setidaknya itu adalah tindakan konkret yang bisa kita lakukan daripada sekedar menekan tombol “Ikuti” di Instagram idola kita, lalu menyukai semua tautan mereka dan pada dasarnya berteriak “AAAAAAAAAAA” setiap kali mereka mengeluarkan tautan mereka yang entah itu ketika mereka mengeluarkan konten baru, atau hanya sekedar memampangkan wajah dan tubuh mereka di Instagram.

                Sekali lagi, penghapusan pembajakan dan mental pembajakan itu tidak bisa dilakukan secara instan dengan mendikte orang bahkan berlaku sedemikian jauh seperti membuat undang undang yang bersifat maha memaksa, tapi itu semua bisa kita mulai dari diri kita sendiri, sadarkan diri kita sendiri bahwa apresiasi konkret kepada apa yang kita senangi itu sangatlah diperlukan layaknya kita sendiri membutuhkan apresiasi, maka marilah kita mulai dengan mendukung mereka secara legal dan perlahan-lahan, kita menghapus pembajakan dari Indonesia

-Enrico Bianda Ekaristie, @valtiata

Senin, 22 Oktober 2018

Artemis Fowl Book Review


Artemis Fowl by Eoin Colfer

2001

Disney-Hyperion



                Artemis, born millionaire, is not an ordinary kid. He is a genius, and brilliant tactician plus negotiator. After he had deciphered the book with the help of his sophisticated computer, he began to plot a plan to acquire every last bit of the fairies’ gold. Around the ancient trees, there has been an issue for the fairy to do some kind of ritual to renew their magic, but there is one fairy named Holly Short, the captain of the LEPrecon unit of the fairy police that goes into the wrong tree, and was kidnapped by Artemis and his trained Butler. The fairies, knowing that they are dealing with just another human that wanted their fares, think that they had just enough weaponry, but they have yet to know anything about Artemis.

                I liked the steampunk feeling that this book gives. It gives me a sense of real world while in another hand gives me just-right feeling of fantasy where humans and fairies live together in the same earth. The witty character and plot of Artemis are very intriguing for us to follow, and it’s very rare to see a boy that decides to bend to the rule of any negotiations, while later on wins every negotiation with a way we never thought. Artemis is a contradicting character too, while shown no mercy on winning the negotiations he had gotten into, he also still loves his addled mother and his big bodyguard, the Butler. You might want to ask yourself sometimes though, is Artemis just another overpowered character despite his flaws, or he is just always one step ahead of his enemies like Batman?

                Just as I said before about Artemis, many other characters in this story are intriguing too. Like Holly Short the fairy, who maybe in a mission of vengeance after being kidnapped, she risks her life for an innocent person, even she is not on the side of this innocent person. Then, there is the Butler, who is strong, dedicated, and will do anything that he can to protect his sister, the Maid.

                There might be no comparison available that is on par with the theme this book given; magic and fairies, power, wealth, dominance, wit. There might be none or I just happened to know no book that can be compared with Artemis Fowl, since my knowledge is very limited and yet to be challenged.

                This book is suitable for everyone above 9. It’s a fantasy themed book with fine language after all, though the part where there are fights with the troll are quite violent, and there are such actions such fraud, kidnapping, and even assassination and killing.

Jumat, 21 September 2018

My Impression of Artemis Fowl by Eoin Colfer is......

I was so surprised when I read this gem. It somehow gives me this feeling that something great, some big adventure is there, waiting for us to discover. Turns out that is true, even if you are still at the page 50 of the book. The language that this book are using is very understandable, anyone could easily enjoy this book without worrying even a little bit about your language skills. This book is a must read, especially if you like fantasies that are still connected to our nowadays world.